Bagaimana cara gitar dimainkan ?

Cara memegang gitar yang baik bagi pemula dapat diuraikan sebagai berikut;

1.      Letakan gitar pada pangkal paha. Pegang gitar diantara jempol dan           telunjuk tangan kiri.

2.      Tangan kanan diletakkan secara melingkar pada badan gitar, membawa jari jari dekat ke senar. Tekan senar gitar pada papan pijit-leher gitar / FingerBoard sesuai dengan  nada yang akan dibunyikan.

3. Senar senar dari Jenis The Finger-style  Guitar dipetik oleh jempol dan 3 jari yang pertama, saat mengiringi lagu lagu jari telunjuk baik sendirian atau beserta jempol digunakan untuk memetik mundur dan maju sepanjang satu waktu, dengan ujung Pick. Pemetikan dapat dilakukan baik dengan gerakan naik atau turun.

4.       Latihlah kemampuan                   jari jari tangan                                                          kita untuk menekan senar                                        (sesuai  dengan   nada yang diinginkan) sehingga nada yang dihasilkan terdengar sempurna.

Nama nama dari senar senar dimulai dari yang paling tebal (terendah dalam tangga nada) dan menuju ke yang paling tipis (tertinggi dalam tangga nada) yakni E, A, D, G, B, E.

Pada permainan gitar kita mengenal tiga buah nada atau lebih yang dibunyikan secara bersamaan, yaitu Akor. Yang biasa dikenal dengan Grif. Biasanya Akor digunakan untuk mengiringi lagu atau melodi. Setiap Akor mempunyai bentuk dan corak yang berbeda sesuai dengan unsur unsur nada yang membentuknya.

Untuk mempermudah membaca Akor pada sebuah tablatur, perhatikan dan hafalkan keterangan keterangan berikut ini;

Lambang Akor

M       : Mayor

m       : Minor

Dim(0): Diminished

7                    : Dominant Seven

Aug/+ : Augmented

Sus     : Suspended

Kode jari tangan kiri; jari jari yang digunakan untuk menekan unsur nada sebuah Akor

1                    : Telunjuk

2                    : Jari tengah

3                    : Jari manis

4                    : Kelingking

Tanda Kromatik

b : Nada diturunkan setengah nada, dibaca Mol atau Plat.

#       : Nada dinaikkan setengah nada, dibaca Kruis atau Sharf.

Tanda pada Senar

Kotak hitam            : Nada dasar (Root).

Lingkaran               : Senar dibunyikan tanpa dipijit.

Lingkaran hitam      : Senar dibunyikan dengan dipijit.

Tanda silang           : Senar mati, tidak dibunyikan (Dead String).

Angka Romawi; (I, II, III, IV, V dan seterusnya) menunjukkan kolom gitar.

Penggunaan akor pada sebuah lagu harus disesuaikan dengan nada nada atau melodi lagu yang akan dimainkan. Biasanya, seorang pemula akan menghadapi kesulitan mencari akor yang sesuai dengan nada atau melodi sebuah lagu.

Untuk melatih keterampilan penggunaan akor pada tangga nada mayor, sebagai berikut;

1        2        3        4        5        6        7        1        :  Tangga nada

I        II       III      IV      V        VI      VII     VIII    :  Kode penggunaan akor

C        Dm     Em     F        G       Am     B        C        :  Jenis akor

Jika akor C, Dm, Em, F, G, Am, B0 dan C dibunyikan secara berurutan, akan menghasilkan nada nada yang sesuai dengan tangga nada C = do. Jenis akor yang digunakan sebagai berikut;

C        1        :  akor mayor

Dm     2        :  akor minor

Em     3        :  akor minor

F        4        :  akor mayor

G       5        :  akor mayor

Am     6        :  akorminor

B0      7        :  akor diminished

C        8        :  akor mayor

Akor pokok adalah akor yang selalu digunakan untuk mengiringi sebuah lagu. Pada tangga nada mayor diatas, yang termasuk kedalam akor pokok adalah akor I, IV dan V (C, F dan G). Buktinya akor C yang digunakan pada lagu lagu yang bernada dasar C = do, selalu disertaidengan akor F dan akor G.

Akor Bantu dapat disisipkan untuk memperindah komposisi sebuah lagu. Akan tetapi, keberadaannya tidak mutlak. Penggunaan akor bantu disesuaikan dengan kebutuhan keindahan sebuah lagu.

Berikut ini akor Bantu pada tangga nada mayor dengan nada dasar C = do;

II       III      VI      VII     :  Kode penggunaan akor

Dm     Em     Am     B0        :   Jenis akor

Untuk melatih keterampilan penggunaan akor pada tangga nada minor, sebagai berikut;

I        II       III      IV      V        VI      VII     VIII    :  Kode penggunaan akor

Am     Bo      C        Dm     Em     F        G       Am     :  Jenis akor

Jika akor Am, Bo, C, Dm, Em, F, G dan Am dibunyikan secara berurutan, akan menghasilkan nada nada yang sesuai dengan tangga nada Am. Jenis akor yang digunakan sebagai berikut;

Am     I        :  akor minor                    Em     V        :  akor minor

B0      II       :  akor diminished             F        VI      :  akor mayor

C        III      :  akor mayor                             G       VII     :  akor mayor

Dm     IV      :  akor minor                    Am     VIII    :  akor minor

Seperti pada tangga nada mayor, untuk mengiringi sebuah lagu dengan nada dasar Am, pemakaian akor akor di atas dibedakan berdasarkan fungsi akornya, yaitu akor pokok dan akor Bantu. Akor pokok tangga nada minor di atas adalah Am, Dm dan Em, sedangkan akor bantunya adalah B0, C, F dan G. Selamat berlatih !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.